Jumat, 01 April 2011

PENSIUN ... Positif atau Negatif buat kita ?



PENSIUN BERKUALITAS

Kata PENSIUN ... apa yang terpikir oleh kita ?

Tua, lamban, murung, tidak bekerja (berkarya), santai, sakit, tidak ada teman, kurang uang, atau tidak berguna lagi (?).
ATAU SEBALIKNYA ...
Dinamis, aktif, berkarya, berguna, sehat, ceria, banyak teman, banyak uang, jalan-jalan !!!

Apa yang ada di PIKIRAN akan menjadi PERKATAAN, yang berlanjut menjadi TINDAKAN.
Tindakan yang berulang-ulang menjadi KEBIASAAN, yang dilakukan bertahun-tahun akan menjadi KARAKTER.
Karakter inilah yang membentuk NASIB (MASA DEPAN) kita.

Bila kata PENSIUN itu menjadi momok negatif dalam pikiran kita, maka sudah bisa dipastikan nasib (masa depan) kita pun akan negatif.  Berarti kalau kita menginginkan masa depan yang baik dan lebih baik, perlu menterjemahkan kata PENSIUN itu secara POSITIF, baik di pikiran dan dalam perasaan.

Berpikiran positif saja ternyata tidak cukup, karena masih ada faktor mental perasaan yang menentukan. Kombinasi (PIKIRAN + PERASAAN) x POSITIF = MASA DEPAN CEMERLANG.

Jadi apa yang perlu dilakukan sekarang dalam rangka mempersiapkan PENSIUN BERKUALITAS ?

Mulailah untuk bergaul dengan mereka yang sudah mengalami PENSIUN BERKUALITAS ... alias dinamis, aktif, berkarya, berguna, sehat, ceria, banyak teman, banyak uang, jalan-jalan !!  Lalu masuk ke dalam komunitasnya yang pastinya akan kondusif untuk mendukung kita menuju tujuan dan ikuti seorang Mentor untuk membimbing kita dari sekarang (karena dibutuhkan waktu dan proses).

Mereka yang melakukan ini bisa mengalami ketika memang masuk di usia pensiun 55+ tahun atau bahkan sekarang banyak yang sudah bisa meraihnya di usia sebelum 40 tahun.  Ini menjadi sebuah perspektif dan paradigma baru bagi pada umumnya kita yang terbiasa dan tertanam dengan pola bahwa pensiun itu "harus" sudah usia senior (tua gitu lho !!).

Menarik ya ?

"Bila kita tidak merubah arah, maka kita akan seperti orang di depan kita".  Hati-hati bila kita sedang mengikuti orang di depan kita, bisa boss, teman, saudara bahkan orang tua kita  ... karena sedikit banyak bahkan kental sekali kita bisa seperti mereka.  Bagus kalau dalam konteks nasib masa depan yang positif baik dan berkualitas secara lengkap (spiritual, mental, fisik, finansial, sosial, gaya hidup).  Bagaimana kalau tidak?

PENSIUN BERKUALITAS perlu dipikirkan, direncanakan, dipersiapkan dan dilakukan !!

Bayangkan bila dalam waktu 3-5 tahun ke depan TERNYATA kita bisa meraihnya, bagaimana?
Pasti sikap kita hari ini akan berbeda 180 derajat dari apa yang kita terbiasa sekarang.  Kita akan siap untuk berubah.

SUKSES = BERUBAH
Tidak mau berubah, lupakan sukses.  Memang berubah tidak nyaman, tetapi berharga untuk masa depan lebih baik lagi.

Mari kita sambut dan raih PENSIUN BERKUALITAS.


The School Of Quality Retirement
Aldi A. Affandi (Coach Of Retiree)

Minggu, 27 Maret 2011

Program TRAINED ENTREPRENEUR: "AKU BISA"

Program TRAINED ENTREPRENEUR: "AKU BISA"

Bekerja untuk mendapatkan penghasilan sangat berbeda dengan bekerja untuk membangun asset yang memberikan penghasilan selamanya. Dalam hal yang pertama itu bila seseorang tidak bekerja maka yang bersangkutan tidak akan mendapatkan penghasilan. Sedangkan di situasi yang kedua, bila seseorang tidak bekerja lagi maka aset produktifnya yang memberikan penghasilan kepadanya. 
Bayangkan anda memiliki aset produktif sebesar Rp 2 Milyar !!!

Pertanyaannya adalah bagaimana caranya untuk bisa mengumpulkan uang sebesar itu.

Apakah dengan bekerja lebih keras, menabung, investasi, bisnis atau yang lain (apa) ?

Berikut ini ilustrasi cara menabung  untuk mengumpulkan Rp 2 Milyar.

Gaji (Penghasilan)
Rp. 5 juta
Rp. 25 juta
Rp. 100 juta
Rp. 200 juta
Menabung      (10% dari gaji)
Rp. 500 ribu
Rp. 2,5 juta
Rp. 10 juta
Rp. 20 juta
Waktu dibutuhkan
4000 bulan
(333 tahun)
800 bulan
(67 tahun)
200 bulan
(17 tahun)
100 bulan
(8 tahun)

Melihat gambaran di atas barulah kita dapat melihat betapa tidak mudahnya (bahkan mustahil) untuk kebanyakan orang dalam sikonnya sekarang untuk mengumpulkan Rp 2 Milyar dengan cara normal menabung.
Hanya segelintir orang dengan kemampuan finansial yang sangat berlebihlah yang dapat melakukan itu.

Lalu pertanyaannya apakah untuk sebagian besar orang tidak bisa melakukan hal yang sama? 
Mereka bisa mengambil jalan alternatif dengan mengikuti Program "AKU BISA 102".

Program TRAINED ENTREPRENEUR "AKU BISA" akan memberikan pembimbingan  paruh waktu 10 bulan untuk anda bisa membangun aset produktif senilai Rp. 2 Milyar.
Anda akan dibimbing oleh Mentor berpengalaman untuk mengikuti  sistem edukasi dalam bentuk program dan kegiatan-kegiatan produktif.

Pendekatan pembimbingan yang diambil adalah kombinasi “Life Goal – Change Decision - Personal Development – Leadership Growth – Financial Intelligence – Business Skill”.                                                                                                                 

Penerapannya dilakukan di dalam sebuah komunitas dengan bentuk kegiatan produktif dalam wadah usaha ritel “family-based franchise”. 

Bayangkan dalam waktu 10 bulan ke depan secara paruh waktu anda dibimbing untuk belajar baru sebagai “trained entrepreneur” dan di akhir periode sudah memiliki aset senilai Rp 2 Milyar.

Untuk melipatgandakan aset produktif anda hanya perlu mengulang proses yang sama.  Sederhana, bukan?                        

Bandingkan kalau harus menabung seperti gambaran di atas tadi.  Ini merupakan sebuah awal menuju peningkatan kualitas kehidupan baik secara finansial maupun non-finansial yang jauh lebih baik.



Selamat mengikuti Program "AKU BISA" dan …
                                                                                                     
Selamat Datang untuk Anda sebagai “Trained Entrepreneur”.

Jumat, 25 Februari 2011

KELUAR dari RUTINITAS yang MENGIKAT

Rutinitas Pekerjaan Mematikan Saya !

Anda tidak sendirian.  Paling tidak 90% dari dunia pekerjaan merasa tidak bahagia, dibayar tidak sesuai, tidak mendapatkan apa yang jadi aspirasi, dihargai rendah, kecewa dengan lembur dan mereka tidak melihat cara lain yang lebih baik untuk keluar dari situasi kondisi yang dilematis ini. Ini yang dinamakan “Rat Race” (perlombaan tikus di dalam roda lingkaran).  Apakah anda ingin sekali untuk keluar dari sikon ini? 

Mayoritas kebanyakan orang merasa mereka disandera oleh rutinitas “menjual waktu untuk uang”.  Mereka tahu bahwa untuk mendapatkan uang lebih banyak, mereka harus bekerja lebih banyak dan waktu lebih banyak.  Tidak sedikit orang yang berkeinginan untuk keluar dari sikon tersebut.  Dengan perkembangan ekonomi di sekeliling kita yang tidak menjanjikan, kekuatiran yang muncul adalah kita akan menjadi korban dari statistic ekonomi saja.  Apakah perasaan-perasaan ini menggelayuti kita seperti terlihat di gambar berikut?  


Coba lihat dan beri penilaian terhadap keadaan anda sekarang, apakah anda merasa:
  • Dinilai rendah (dari seharusnya anda bisa)
  • Dibayar rendah (dari seharusnya)
  • Tidak dihargai usaha anda
  • Menghasilkan uang untuk orang lain (boss / pemilik)
  • Terjebak di “rat race” rutinitas target dan stres
  • Tidak dapat mengungkapkan apa yang anda rasakan
  • Potensi kemampuan diri tidak keluar
  • Usaha seperti sia-sia
  • Harus mengalami pemotongan upah
  • Sepertinya banyak hal lain di kehidupan daripada seperti sekarang
  • Kuatir dengan rencana pensiun

Bila jawabannya “YA” untuk pernyataan manapun di atas, maka anda memerlukan strategi cara keluar sebelum terlambat dan anda akan dapat menikmati seperti orang yang terlihat di gambar atas ini.   Ada cara lain untuk membangun masa depan anda sendiri, “untuk diri anda sendiri – tetapi anda tidak sendirian”.


 Ada Wirausaha Di Dalam Diri Anda





3 Kelompok Orang – Anda Yang Mana? 

 1 – Orang Yang Tidak Memiliki “Financial Security”
  • Mayoritas orang sekarang berada di kelompok ini
  • Mereka bekerja keras dan semakin keras untuk uang “riil” yang lebih sedikit di kantong
  • Mereka adalah korban dari pemotongan tenaga kerja
  • Semakin banyak yang seperti ini karena bangkrut
  • Ketergantungan dari pinjaman dan hutang
  • Pemerintah tidak dapat memberikan penghasilan pensiun yang cukup

2 – Orang yang Berhasil Keluar Dari “Rat Race”, Tetapi Tidak Nyaman
  • Menikmati penghasilan besar, tetapi masih tidak punya waktu karena harus mendapatkan penghasilan
  • Memiliki stres yang tinggi, karena dunia persaingan di karir / bisnis
  • Masih harus membayar orang untuk menjaga anak-anak mereka
  • Gaya hidup yang tidak sehat menjadikan hubungan dan pernikahan menjadi renggang
  • Ketidakseimbangan kehidupan – harus mengorbankan keluarga dan waktu pribadi

3 – Orang Yang Hidup Dengan Gaya Hidup Impiannya !
  • Mereka menikmati penghasilan-penghasilan (tidak cuma satu) yang besar
  • Memiliki waktu untuk menikmati penghasilan dan kehidupannya
  • Benar-benar menkmati gaya hidup penuh kebebasan - untuk melakukan apa saja, kapan saja, dimana saja dengan siapa saja - yang dipilihnya!
Selamat memutuskan !!


Salam Kemajuan,

Aldi A. Affandi
Success Coach

Sebuah anjuran Robert T. Kiyosaki untuk masa depan di abad 21 ini